Kaktus yang Terbakar Oleh Sinar Matahari

Selasa, 9 Apr 2013

Kaktus hidup di lingkungan yang sangat beragam dan ekstrim di bumi sehingga memiliki adaptasi yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup dalam situasi tersebut. Sebagian besar dari kita berpikir bahwa semua kaktus mempertahankan diri hidup di bawah sinar matahari yg sangat panas di lingkungan gurun padang pasir Amerika Utara dan Selatan. Namun faktanya, kaktus ditemukan di berbagai iklim yang berbeda, contohnya genus Epiphyllum dan Rhipasalis yg habitat aslinya di daerah beriklim tropis hingga genus Copiapoa yg habitat aslinya di Gurun Atacama di Chili yang hidup dengan hanya mengandalkan kelembaban dari kabut laut.

Masalahnya kita memelihara berbagai macam kaktus yang dirancang secara genetik hidup pada iklim yang bervariasi dengan kebutuhan cahaya, air, dan suhu yang berbeda-beda namun kita mengharapkan mereka untuk hidup dan berkembangbiak dengan baik di kondisi pemeliharaan kita yang tidak selalu ideal.

Lingkungan yang ideal untuk kaktus tidak semata-mata tergantung pada kecenderungan genetiknya. Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap seberapa baik atau tidak baik kaktus tersebut hidup dalam kondisi tertentu. Faktor pertama adalah bagaimana kaktus tersebut dibesarkan sebelum Anda memeliharanya. Sebagian besar kaktus yang kita beli mungkin dipelihara dalam rumah kaca di mana cahaya, panas, kelembabannya terkontrol. Bibitan kaktus yang masih kecil biasanya ditaruh dalam kondisi kelembaban tinggi, lebih dingin dengan jumlah cahaya yang lebih sedikit. Bila tanaman sudah tumbuh lebih besar maka akan pindah ke rumah kaca di mana kondisinya lebih kering dengan intensitas cahaya, suhu yang lebih tinggi.

Jadi bukan ide yang baik bila Anda baru membeli kaktus, membawanya pulang dan segera menempatkannya di luar ruangan terkena sinar matahari yang terik. Memang pada umumnya kita berpikir bahwa kaktus habitat aslinya di padang pasir yang panas dan kering sehingga seharusnya akan baik-baik saja ditempatkan di luar ruangan yang terkena sinar matahari langsung. Masalahnya adalah meskipun kaktus tersebut telah hidup di dalam rumah kaca yang bila saat musim panas suhunya lebih dari 40 derajat Celcius, namun mereka terpapar sinar matahari melalui plastik UV pada rumah kaca tersebut. Sehingga bila kaktus tersebut langsung terkena paparan sinar matahari langsung, kulitnya akan rentan terbakar meskipun suhunya lebih rendah dari 35 derajat Celcius. Kulit kaktus yang terbakar akan berubah menjadi putih dan empuk. Karena kurangnya naungan, klorofil kaktus tersebut akan rusak terkena sinar matahari yang terik.

Saya juga punya pengalaman yang sama dengan kaktus yang awalnya dibesarkan di luar rumah atau di rumah kaca, kemudian  saya pindahkan selama satu tahun di dekat jendela dalam ruangan ber-AC. Dalam setahun itu kaktus tersebut dengan cepat kehilangan kemampuannya untuk menerima panas dan sinar matahari langsung, kulitnya juga menjadi rentan terbakar oleh sinar matahari.

Tiap jenis kaktus memiliki cara yang berbeda untuk menghadapi sinar matahari yang terik dan panas. Misalnya jenis Ferocactus dari Gurun Barat di Amerika Serikat memiliki lebih banyak duri radial daripada Ferocactus yang dibesarkan dalam rumah kaca. Contoh lain perlindungan dari sinar matahari yaitu kaktus meningkatkan jumlah bulu yang dihasilkannya. Beberapa kaktus memiliki bulu dan atau extra duri di bagian yang mengalami pertumbuhan baru untuk membantu melindunginya dari sinar matahari yang terik. Reaksi lain dari perlindungan terhadap panasnya sinar matahari yaitu kaktus akan mengkerut ke dalam tanah untuk menjauh dari matahari. Sebuah contoh klasiknya yaitu Ariocarpus fissuratus yang tumbuh di wilayah Big Bend di Texas dan Meksiko bentuknya terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan yang tumbuh di rumah kaca.

Jadi bukannya beberapa kaktus tidak memiliki fitur defensif untuk panas yang ekstrim dan sinar matahari, tapi karena sifat pertumbuhan kaktus yang lambat membuatnya rentan bila tiba-tiba dipindahkan ke kondisi asing. Tanaman atau pohon jenis lain lebih mudah menghasilkan banyak daun ketika ada peningkatan intensitas matahari atau menggugurkan banyak daun jika ditempatkan di lokasi yang kurang sinar matahari. Sedangkan kaktus tidak mampu memproduksi lebih banyak duri, bulu, atau menguatkan epidermisnya dengan cepat untuk menghadapi perubahan iklim yang mendadak.

Kesimpulannya, untuk kaktus yang baru Anda beli, harus diperlakukan dikenakan ke sinar matahari langsung secara bertahap dengan cara membawanya masuk dan keluar ruangan untuk dijemur secara bertahap setiap harinya. Dalam kasus saya yang meletakkan hampir semua kaktus saya di sebuah rak besar, beberapa bagian dari rak tersebut menerima intensitas sinar matahari yang berbeda-beda dalam sehari. Jadi saya sering memindahkan lokasi kaktus di rak tersebut tergantung pada kebutuhan pencahayaan mereka. Begitu juga saat musim panas ketika matahari berada pada titik paling intens saya hampir selalu menutupi sebagian tanaman saya dengan paranet. Kaktus tidak bisa bergerak atau memakai tabir surya sehingga mereka membutuhkan bantuan kita ketika berhadapan dengan kondisi tersebut. Jadi jangan biarkan matahari menjadi musuh kaktus Anda.

Penulis: Andy Cook, Los Angeles, California

Sumber: http://cactiguide.com/article/?article=article4.php





Produk Terlaris
Statistik