PROSEDUR PENYEMAIAN BIJI PACHYPODIUM

Jumat, 2 Mar 2012

Secara umum biji Pachypodium berbentuk seperti KWACI, namun ada yang besar dan ada yang sangat kecil. Yang dimaksud betuknya seperti KWACI yaitu ada sisi lancip pada salah satu ujungnya. Pada sisi lancip itulah akar akan keluar pada waktu biji disemai, dan pada sisi yang sebaliknya akan keluar daun. Jadi jangan sampai terbalik saat menyemai, karena bisa berakibat tumbuhnya terbalik dan kemudian membusuk.

Biji Pachypodium termasuk biji yang rentan (lemah) dan agak sulit tumbuh bila dibandingkan Adenium. Jadi jangan terlalu dalam saat menyemainya, ditakutkan kalo terlalu dalam bisa jadi bijinya tidak kuat untuk pecah (berkecambah). Cukup 1-3 mm dari permukaan media.

Untuk media penyemaiannya sama dengan media tanamnya, yang penting disemprot fungisida dulu beberapa jam sebelum dipakai untuk menyemai. Fungisida mencegah terjadinya pembusukan karena jamur yang mungkin terdapat pada medianya. Merk fungisida terserah, asal fungsinya membunuh jamur. Media tanam untuk tanaman succulent yang bagus ialah yang tidak menggumpal saat digenggam dalam keadaan basah, hal ini menunjukkan bahwa media tersebut porous. Komposisi media bervariasi untuk setiap orang, tergantung ketersediaan bahan di daerah mereka. Sebagai contoh komposisi media saya adalah 3 bagian pasir malang halus, 1 bagian pakis halus, 1 bagian pupuk kompos fermentasi, 1 bagian cocopeat. Pilih bahan yang berkualitas untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Kalau membeli media langsung pakai, sebaiknya tanyakan komposisinya dahulu.

Wadah untuk menyemai juga beragam tergantung ketersediaan, saya biasanya memakai keranjang buah yang berdiameter 30cm. Keranjang tersebut penuh lubang-lubang kecil untuk menjaga porositas dan aliran udara dalam media. Wadah lainnya seperti pot, sterofom buah, maupun tray biji juga boleh dipakai, yang penting lubangnya harus banyak. Lubang wadah sebaiknya dibuat yang kecil tapi banyak, agar media di dalamnya tidak mudah tumpah keluar.

Selama menunggu perkecambahan, sebaiknya ditaruh di tempat teduh agar kelembaban dan suhunya relatif stabil. Baru setelah tumbuh (sekitar 4-7 hari) mulai dikeluarkan dan diberi sinar matahari. Namun jangan terlambat untuk mengeluarkan (menyinari) karena bisa menyebabkan pemanjangan batang (etiolasi). Kuncinya jaga kelembaban selama masa perkecambahan, jangan terlalu basah namun jangan sampai kekeringan. Usahakan media selalu dalam keadaan lembab dan diimbangi dengan penyinaran matahari selama 2 bulan pertama untuk pertumbuhan yang optimal.


 

PROSEDUR PENYEMAIAN DENGAN MEDIA TISU

Beberapa jenis Pachypodium memiliki biji yang ukurannya sangat kecil, sehingga bila ditanam langsung pada media tanam tingkat perkecambahannya kecil. Maka metode penyemaian dengan menggunakan tisu yang dibasahi dapat membantu memudahkan dan meningkatkan tingkat perkecambahan biji2 ini. Jenis2 biji Pachypodium yang disarankan untuk menggunakan metode ini adalah brevicaule, densiflorum, rosulatum, cactipes, horombense.

Yang dibutuhkan dalam melakukan metode ini antara lain wadah yang bentuknya ceper (seperti piring), dengan ukuran yang disesuaikan dengan banyaknya biji yang akan disemai. Pertama2 alasi wadah tersebut dengan tisu yang cukup tebal (beberapa lapis) lalu spray dengan fungisida yang telah dilarutkan di dalam air sampai tisunya agak basah. Susun biji yang akan disemai di atas tisu basah tersebut dengan jarak sekitar 1x1 cm. Setelah semua biji selesai disusun, lakukan penyemprotan (spray) dengan cairan fungisida sekali lagi sampai tisu terlihat basah. Penyemprotan tidak boleh terlalu lama dan menyebabkan air menggenang dalam wadah tersebut, tujuannya hanya memberikan kelembaban yang cukup bagi biji untuk berkecambah. Selama proses penyusunan biji diusahakan dilakukan sehigienis mungkin, cairan fungisida berfungsi untuk mencegah munculnya jamur selama proses perkecambahan.

Setelah selesai dilakukan penyemprotan pada biji yang telah disusun, tutup wadah tersebut menggunakan plastic transparan untuk mengurangi penguapan. Saya menggunakan CLING WARP agar lebih praktis. Letakkan wadah tersebut pada tempat yg teduh, yg tidak terkena sinar matahari secara langsung dan suhunya relatif stabil. Tunggu sekitar 4-10 hari maka biji2 di dalam wadah tersebut akan mulai berkecambah yang ditandai dengan munculnya akar dari ujung yang lancip.

Biji yang mulai berkecambah dan akarnya mulai panjang segera dipindah secara hati2 dengan menggunakan pinset ke media semai biasa namun jangan langsung dijemur dan kelembabannya tetap harus dijaga. Mulai tahap ini, langkah berikutnya sama seperti penyemaian biji dengan langsung menggunakan media.

Saya telah mencoba metode ini dalam menyemai biji brevicaule dan densiflorum, daya perkecambahan yang didapat lebih tinggi dibandingkan dengan biji yang saya semai langsung pada media semai. Namun saya tetap menyarankan untuk melakukan uji coba perbandingan dengan menggunakan metode konvensional dan metode tisu basah untuk menyemai jenis biji yang sama sehingga akan diketahui metode yang lebih cocok Anda gunakan di masa yang akan datang. Karena setiap orang memiliki hasil yang bervariasi dengan metode penyemaiannya, sehingga tidak dapat disimpulkan metode penyemaian mana yang paling bagus.

Selamat mencoba dan semoga berhasil!